Postingan

Prapid Amoralism : A Story about Law and Love

Gambar
" Semeter 6 di FHUI itu memang semester paling berat. Materinya rumit, tugasnya banyak, ujiannya susah, dan ada moot court pula. Meski berat akan tetapi pada semester inilah kalian akan merasakan indahnya cinta" - Tim Pengajar Praktek Hukum Perdata FHUI, 10 Februari 2017, Saat menyinggung kisah cinta Mba Feby Mutiara Nelson S.H., M.H. waktu semester 6 - Foto Keluarga : Prapid Amoralism Intro Sebuah quote menarik yang disampaikan pada Jumat, 10 Februari 2017 tersebut seakan membuka perjalanan semester 6 dari mahasiswa/i FHUI angkatan 2014. Bisa digambarkan (sebenarnya lebih kepada penegasan) dari betapa kerasnya semester 6 ini yang notabene merupakan semester terberat di FHUI. Masa-masa indah seperti saat bangganya kuliah hari pertama dengan mengenakan jaket kuning saat semester 1, jadwal yang longgar dengan 18 sks wajib di semester 3, maupun kebahagian saat aktif di organisasi kemahasiswaan seakan terasa jauh manakala kaki ini menginjak semester 6.  ...

Belajar Mengapresiasi Pelamar Kerja dari Singapura

Gambar
Berawal dari awal tahun 2017 di mana diri ini "iseng" mengajukan permohonan magang ke salah satu firma hukum ( law firm ) ternama di Singapura. Bermodalkan obrolan dengan salah satu senior yang pernah magang di sana, soft skil seadanya (terutama bahasa inggris), dan yang paling penting nekat, saya memberanikan diri untuk mengirimkan curriculum vitae, application letter, dan transkrip akademis mulai dari semester 1 - 5 ke email Rajah and Tann Singapore. Rajah and Tann sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu firma hukum terbaik se-Asia Tenggara dan memiliki banyak "cabang" yang tersebar di berbagai negara, salah satunya Assegaf Hamzah & Partners di Indonesia. Jadi ya bisa dinilai sendiri betapa eksklusifnya firma hukum yang satu ini dan tentu hanya mereka yang "terbaik" saja yang bisa memiliki kesempatan untuk berkarier di sana. Dengan modal nekat, belum lulus, dan soft skill yang seadanya, ya bisa ditebaklah kenekatan saya ini berujun...

LELAH...

Akhirnya kembali lagi bisa nge-blog setelah sekian lama vakum gara-gara kesibukan yang super sibuk (sampai jarang pulang ke rumah ) di semester 6 ini... Cause it's liburan semester (sebelum nangis liat hasil semester 6 nanti), jadi ini saat yang tepat untuk nulis lagi.. Sesuai judulnya, tulisan ini gue maksudkan untuk mengungkapkan kelelahan yang gue alami akhir-akhir ini.. Jelas perjalanan di semester 6 dengan segala perkuliahan dan permootingan (re - simulasi sidang, mata kuliah praktek) membuat lelah secara fisik dan paling utama mental... Untuk urusan semester 6 ini akan gue bahas di tulisan tersendiri ( especially untuk praktek pidana dan praktek perdata).. But honestly , bukan lelah itu yang akan gue bahas.. Lelah yang akan gue bahas dalam tulisan ini merupakan bentuk ekspresi gue terhadap kondisi bangsa belakangan ini (nah mulai serius omongannya), atau dengan kata lain gue lelah dengan kondisi bangsa ! So let's begin Berawal dari Basuki dan Pilkadanya... K...

Masa Depan yang Kepincut Film dan Buku

Gambar
Mari kita bicara hal yang tidak serius kali ini... Post ini sebenernya merupakan pengalaman pribadi gw saja dan gw berharap tulisan ini bisa membantu kalian para pembaca khususnya yang masih bersekolah apa pun tingkatannya dalam menentukan masa depan kalian (cie elah)  Kenapa di tulisan ini ngomongin soal masa depan ?  Terinspirasi dari acara  Quo Vadis SMA Santa Theresia  [Silahkan bisa di klik] yang pernah gw urus pada tahun 2015, gw menemukan masalah-masalah klasik yang selalu menghinggapi para pelajar terutama tingkat SMA perihal "mau kemana saya pergi" (Quo Vadis). Sebagai bagian dari panitia yang diharapkan oleh almamater untuk membantu teman-teman/adik-adik dalam menentukan jalan hidupnya, gw akui hal ini sangat sulit dan kami pun kadang kala tidak bisa terlalu banyak diharapkan (hahaha).. Pertama, tingkat kompleksitas masalah entah itu intervensi orang tua, belum mengenal diri sendiri, passion, dan serangkaian masalah lain. Kedua, kami panitia sa...