Postingan

Belajar dari Jenderal Soedirman

Gambar
Tulisan ini kupersembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia Khususnya untuk: 1. Generasi muda dan orang-orang yang dimabuk hedonisme dan egoisme. 2. Penentang Pancasila dan UUD 1945, Kaum "agamis" garis keras nan radikal, 3. Kaum-kaum yang mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan bangsa dan negara. 4. Koruptor dan mafia, baik dari level mafia proyek sampai mafia absen di sekolah / kampus. 5. Orang-orang Indonesia yang memuja negara lain atas dasar pesimisme terhadap negeri sendiri. Sebuah Lagu Penyentuh Hati Jenderal Soedirman Ciptaan : Alm. Franky Sahilatua Dibawakan oleh: Deiril Masril ft Iwang Noorsai d Dalam sakit di atas tandu Tidur di gubuk, gubuk kecil Gerilya dengan, bara di hati Susuri desa dan kota-kota Kelompok kecil, atur rencana Lawan penjajah dan penindasan Semangat juang, ia tirukan Terdengar hingga seluruh negeri Tentara, jiwa sudirman Tentara, hati sudirman Tentara, sikap sudirman ...

Penyalahgunaan Kebebasan Berpendapat: Suatu Kajian Mengenai Masyarakat Demokrasi di Indonesia

Gambar
Untuk mengawali tahun 2016 sekaligus mengakhiri masa "vakum" gw ngeblog semenjak bulan September 2015 (Maaf ya, kesibukan yang sangat gila di semester tiga mulai dari kuliah sampai organisasi dan kepanitian), gw akan membagikan ke kalian para pembaca, salah satu esai kritis yang gw daftarkan di Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) FHUI 2015. Meskipun gak menang dan harus kalah dari atasan-atasan gw di bidang Literasi dan Penulisan (Litpen) Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LK2 FHUI), tapi ya lumayan dapat pengalaman dan ilmu lagi dalam penulisan esai kritis.  Tulisan yang gw buat untuk OIM menjadi sarana untuk gw menuangkan segala unek-unek dan kemuakan gw akan penyalahgunaan kebebasan berpendapat pasca reformasi. Memang era reformasi memberikan kita kesempatan untuk menyuarakan pendapat yang sebebas-bebasnya, tetapi kebebasan tersebut kerap kali cenderung "kebablasan" dan hal tersebut terbukti dari banyaknya pendapat di masyarakat (...

[SHARING] Quo Vadis 2015: Antara Jalan Salib, Karma, Mimpi, dan Pembelajaran

Gambar
"Tulisan ini Kupersembahkan  untuk  Keluargaku, SMA Santa Theresia  Teman-Temanku, Alumni SMA Santa Theresia dan Khususnya Adik-Adikku, Theresian 2016" -Ketika Petrus Berjumpa dengan Tuhan Yesus- Ketika Petrus Berjumpa dengan Tuhan Yesus " Domine, quo vadis ? - Tuhan, ke mana engkau pergi ?" demikianlah tanya Santo Petrus saat ia berjumpa dengan Tuhan Yesus dalam pelariannya dari Roma. Petrus sendiri digambarkan sedang mengalami keraguan dan bahkan ketakutan terhadap resiko misi pewartaannya, yakni disalibkan.  "Eo Romam iterum crucifigi. - Aku hendak kembali ke Roma untuk disalibkan kembali" , balas Yesus atas pertanyaan Petrus.  Seketika, Petrus menyadari panggilan dan tanggung jawabnya kepada Tuhan. Keraguannya hilang dan ia kembali ke kota Roma. Sebagai umat kristiani, kita pun tahu apa yang terjadi selanjutnya, penyaliban Petrus secara terbalik. Petrus merasa tidak pantas disalibkan dengan posisi yang sama seperti ...